Oleh: sastrosuwiryo | September 21, 2012

PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP

Format penyusunan RPP pada kurikulum sekolah yang berdasar KBK (Kurikulum berbasis Kompetensi) pada dasarnya tidak ada aturan yang baku. Yang harus ada berdasar Permendiknas No. 41 Tahun 2007 adalah sebagai berikut:

1

Identitas Mata Pelajaran (Satuan Pendidikan, Kelas, Semester, Program Keahlian, Mata Pelajaran atau Tema Pelajaran, Jumlah Pertemuan, Alokasi Waktu);

2

Standar Kompetensi;

3

Kompetensi Dasar;

4

Indikator Pencapaian Kompetensi;

5

Tujuan pembelajaran;

6

Materi ajar;

7

Metode pembelajaran;

8

Kegiatan pembelajaran :
Kegiatan Pendahuluan, Kegiatan Inti (Kegiatan Eksplorasi, Kegiatan Elaborasi, Kegiatan Konfirmasi), dan Kegiatan Penutup

9

Sumber belajar; dan

10

Penilaian hasil belajar.

Atas dasar kebebasan itulah maka kami mencoba menyusun RPP dengan format sbb:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
7.1

Nama Sekolah

:

SMP Negeri 2 Panekan
Mata Pelajaran

:

Bahasa Indonesia

Kelas/Semester

:

IX/1
Waktu

:

2 x 40 menit
A.   Standar Kompetensi :

7.

Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (cerpen)
B.   Kompetensi Dasar :

7.1

Menemukan tema, latar, dan penokohan pada cerpen-cerpen pada satu kumpulan cerpen
C.   Indikator :

1.

Mampu menyimpulkan tema cerpen

2.

Mampu menemukan latar cerpen dengan bukti faktual.

3.

Mampu menemukan karakter tokoh cerpen dengan bukti yang meyakinkan

D.    Tujuan Pembelajaran
1.    Siswa mampu menyimpulkan tema cerpen
2.    Siswa mampu menemukan latar cerpen dengan bukti faktual.
3.    Siswa mampu menemukan karakter tokoh cerpen dengan bukti yang meyakinkan.

E.    Materi Pembelajaran

1.    Tema

Tema adalah gagasan pokok yang mendasari suatu cerita. Tema fiksi termasuk cerpen, umumnya diklasifikasikan menjadi tema jasmaniah, tema moral, tema sosial, dan tema ketuhanan.

2.    Latar

Suatu karya fiksi seperti cerpen harus terjadi pada suatu tempat dan suatu waktu. Hal itu sesuai dengan kehidupan ini yang berlangsung dalam ruang dan waktu. Unsur fiksi yang menunjukkan kepada pembaca di mana, kapan, dan dalam konteks bagaimana kejadian-kejadian dalam cerita berlangsung disebut setting atau latar.

3.    Penokohan dan Perwatakan

a.    Jenis-jenis Tokoh

Klasifikasi tokoh ada bermacam-macam. Berdasarkan peranan tokoh tersebut dalam cerita, terdapat tokoh sentral dan tokoh pembantu. Berdasarkan perkembangan konflik cerita terdapat tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh protagonis merupakan tokoh yang memperjuangkan kebenaran dan kejujuran, tetapi tokoh antagonis justru melawan kebenaran dan kejujuran.

b.    Cara Memperkenalkan Tokoh dan Perwatakan

  1. Analitik, yaitu pengarang langsung memaparkan tentang watak atau karakter tokoh, pengarang menyebutkan bahwa tokoh tersebut keras hati, keras kepala, penyayang dan sebagainya.
  2. Dramatis, yaitu pengarang memaparkan watak atau karakter tokoh dengan tidak diceritakan langsung, tetapi disampaikan melalui caraberikut ini.
  • Pilihan nama tokoh (misalnya nama Sarinem untuk pembantu;Mince untuk gadis yang agak genit; Bonar untuk nama tokohgarang dan gesit).
  • Melalui penggambaran fisik atau postur tubuh, cara berpakaian, tingkah laku terhadap tokoh-tokoh lain, dan lingkungannya.
  • Melalui dialog. Watak tokoh dan cara berpikirnya dapat diamati melalui ucapannya.

Selain ketiga hal di atas, unsur intrinsik cerpen juga meliputi alur, amanat,dan sudut pandang. Alur adalah urutan peristiwa sebab akibat yang menjalin suatu cerita. Alur terbagi atas tiga hal, yakni alur maju, alur mundur, dan alur campuran (gabungan dari alur maju dan alur mundur). Amanat adalah pesan moral yang terdapat dalam cerita. Adapun sudut pandang adalah tempat atau titik dari mana seseorang melihat objek karangan.

4.    Bahan ajar :

Misteri Dua Karcis Pertunjukan Musik
Oleh: Kemala P

Sambil bersenandung Bu Sinta menyapu lantai rumahnya. Hari ini dia akan memasak makanan yang lezat. Makanan kesukaan Pak Adam, suaminya. Bu Sinta segera ke dapur untuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan dimasaknya. Pada saat itulah terdengar bunyi bel.
Ia bergegas ke pintu. Dikiranya orang suruhan dari warung Babah Lim yang datang. Tadi pagi dia memesan sekilo daging untuk membuat rendang. Namun ketika pintu dibuka dia tidak menemukan siapa-siapa di sana.
“Pasti anak-anak nakal itu lagi,” gumamnya kesal seraya menutup pintu kembali.
Pada saat itulah dia melihat dua buah karcis pertunjukan musik di bawah pintu.
“Wah, ini pasti kejutan dari suamiku,” gumamnya seraya memungut karcis itu. Rasa kesalnya pun lenyap. Kini berganti dengan rasa bahagia yang meluap-luap.
“Ini mungkin hadiah ulang tahun perkawianan darinya,” pikirnya senang. Menonton sebuah pertunjukan musik di sebuah gedung yang megah memang sudah lama diimpikannya.
“Aku tidak mengirim tiket itu,” kata Pak Adam tatkala Bu Sinta mengungkapkan rasa senangnya kepada suaminya itu.
“Jadi siapa?” tanya Bu Sinta heran.
Siapa yang telah mengirimkan dua helai karcis pertunjukan musik itu?
“Kukira kau yang mengirimkannya sebagai hadiah ulang tahun perkawinan kita,” katanya agak kecewa. Suaminya pasti lupa akan hari penting itu. Suaminya selalu menganggap hal-hal seperti itu tidak penting.  Sebetulnya Pak Adam memang lupa. Tapi dia berbuat seolah-olah tidak lupa.
Katanya, “Tentu saja aku ingat. Aku sendiri sudah punya kejutan untukmu, yaitu mengajakmu makan malam di restoran mewah.”
“Aaah,” Bu Sinta semakin kecewa.Sehingga Pak Adam menjadi heran melihat perubahan wajah istrinya itu.
“Kenapa? Apakah kau tidak ingin makan di restoran mewah?”
“Aku sudah menyiapkan masakan istimewa malam ini,” sahut Bu Sinta sedih.
Pak Adam tersenyum, “Baiklah. Kalau begitu kita makan di rumah. Kemudian kita pergi ke pertunjukan musik itu. Siapa pun yang mengirimkan karcis itu, anggap saja sebagai hadiah ulang tahun perkawinan kita,” katanya. Meskipun dia sebenarnya lebih suka mandi air panas, lalu tidur. Tapi demi kebahagiaan istrinya, tak apalah. Gedung pertunjukan sudah penuh sesak dengan penonton tatkala mereka tiba. Dirigen bahkan sudah mulai memberi aba-aba untuk memulai pertunjukan. Bu Sinta dan Pak Adam bergegas menuju tempat duduk mereka. Mereka bertepuk tangan tatkala seorang penyanyi muncul. Musik pun mulai mengalun mengiringi suara merdu si penyanyi. Bu Sinta menonton dengan penuh hasrat. Setiap penyanyi mengakhiri lagunya, dia bertepuk tangan. Begitu juga setiap kali penyanyi baru muncul. Sesekali diliriknya suaminya yang duduk di sampingnya. Pak Adam duduk sambil memejamkan mata. Nampaknya dia tertidur.
Bu Sinta menyentuh suaminya. “Pertunjukan sudah berakhir,” katanya.
Suaminya terperanjat, dan terjaga dari tidurnya. “Ooo, sudah berakhir, ya?” keluhnya lega.
“Pertunjukannya hebat sekali,” gumam Bu Sinta dengan rasa puas. Mereka berjalan menuju pintu keluar.
“Aku harus berterima kasih kepada pengirim karcis itu. Kira-kira siapa dia, ya?” gumam Bu Sinta lagi sambil naik ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan dia terus saja berceloteh tentang pertunjukan musik itu, sementara Pak Adam mendengarkan sambil mengantuk.Ketika Pak Adam memasukkan mobil ke garasi, Bu Sinta masuk ke dalam rumah sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Karena sedang merasa bahagia, dia tidak memerhatikan perubahan di dalam rumahnya. Dia terus saja menuju ke kamar untuk berganti pakaian.Tiba-tiba dia memekik kaget. Pak Adam bergegas menemuinya, lalu bertanya dengan kuatir,
“Ada apa?”
“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Sinta. Dia merasa sulit bernapas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasannya telah lenyap. Juga televisi dan beberapa peralatan elektronik yang ada di ruang tengah. Bu Sinta terduduk lemas tatkala melihat sebuah catatan kecil di atas bantal, “Sekarang kalian tahu siapa pengirim karcis itu.”

F.    Metode dan Model Pembelajaran

1.    Metode Pembelajaran :

a.    Tanya jawab
b.    Tugas
c.    Diskusi

2.    Model Pembelajaran :

-

G.    Langkah-langkah Pembelajaran

 

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Alokasi waktu

A. Kegiatan awal

10‘

  • Siswa dan guru bertanya jawab mengenai cerpen-cerpen yang pernah dibaca.
  • Siswa dan guru bertanya jawab tentang manfaat yang bisa diambil dengan membaca cerpen.
B. Kegiatan inti

70’

  • Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 3 – 4 orang siswa.
  • Siswa mendengarkan pembacaan cerpen yang berjudul Misteri Dua Karcis Pertunjukkan Musik.
  • Secara berkelompok, siswa mendiskusikan unsur-unsur intrinsik cerpen meliputi tema, latar, tokoh, dan penokohan.
  • Secara berkelompok juga, siswa mendata peristiwa-peristiwa dalam cerpen yang menjadi bukti faktual unsur latar dan unsur tokoh dalam cerpen.
  • Siswa menentukan perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya pada diskusi kelas.

Diskusi

  • Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas.
  • Anggota kelompok lain memberikan masukan terhadap kelompok yang menyampaikan hasil diskusinya.
  • Siswa memberikan penghargaan kepada setiap perwakilan kelompok yang menyampaikan hasil diskusinya.
C. Kegiatan akhir

10’

  • Siswa dan guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung.
  • Guru memberikan penguatan terhadap cara-cara menentukan unsur-unsur intrinsik cerpen.

H.    Sumber, Media, Alat dan Bahan Belajar

1.    Sumber belajar :

  • Buku kumpulan cerpen
  • Buku Paket Bahasa Indonesia Untuk SMP/Mts Kelas IX karangan Atikah Anindyarini, Yuwono, dan Suhartanto halaman 44 – 46.
  • Buku referensi

2.    Media :
-
3.    Alat dan Bahan :
-

I.    Penilaian

1.    Indikator I :

Mampu menyimpulkan tema cerpen.

a KKM : 76,0
b Teknik : tes
c Instrumen tes : tes uraian
d Contoh soal :

Simpulkan tema cerita tersebut dengan menganalisis urutan peristiwa yang diungkapkan dalam cerita!

Pedoman penskoran :

No.

Uraian

Skor

Ket.

1.

Siswa dapat menganalisis urutan peristiwa dalam cerita dengan lengkap dan menympulkan tema cerita dengan tepat.

4

2.

Siswa dapat menganalisis urutan peristiwa dalam cerita dengan lengkap, tetapi kurang tepat dalam merumuskan tema cerita.

3

3.

Siswa dapat menganalisis urutan peristiwa dalam cerita dengan lengkap, tetapi tidak tepat dalam merumuskan tema cerita.

2

4.

Siswa tidak dapat menganalisis urutan peristiwa dalam cerita dan tidak dapat merumuskan tema cerita sama sekali

0

2.    Indikator II :

Mampu menemukan latar cerpen dengan bukti faktual.

a KKM : 75,7
b Teknik : tes
c Instrumen tes : tes uraian
d Contoh soal :

Simpulkan latar cerita dari cerpen di atas dengan menyertakan bukti-bukti yang menunjukkan latar tersebut!

Pedoman penskoran :

No.

Uraian

Skor

Ket.

1.

Siswa dapat menyimpulkan latar cerita dan menyertakan bukti-bukti yang meyakinkan.

4

2.

Siswa dapat menyimpulkan latar cerita, tetapi kurang tepat dalam menunjukkan bukti yang mendukung.

3

3.

Siswa dapat menyimpulkan latar cerita, tetapi tidak tepat dalam menunjukkan bukti yang mendukung.

2

4.

Siswa tidak dapat menyimpulkan latar cerita dan tidak dapat menunjukkan bukti yang mendukung sama sekali.

0

3.    Indikator III :

Mampu menemukan karakter tokoh cerpen dengan bukti yang meyakinkan.

a KKM : 74,7
b Teknik : tes
c Instrumen tes : tes uraian
d Contoh soal :

Sebutkan tokoh-tokoh dalam cerita tersebut, kemudian jelaskan wataknya dengan menyertakan bukti yang mendukung! Kerjakan dalam kolom berikut!

No.

Nama tokoh

Karakter/watak

Bukti-bukti

1.

2.

3.

4.

Dst.

Pedoman penskoran :

No.

Uraian

Skor

Ket.

1.

Siswa dapat merumuskanwatak tokoh dan menyertakan bukti-bukti yang meyakinkan dengan tepat

4

2.

Siswa dapat merumuskan watak tokoh tetapi kurang tepat dalam menunjukkan bukti yang mendukung.

3

3.

Siswa dapat merumuskanwataktokoh, tetapi tidak tepat dalam menunjukkan bukti yang mendukung.

2

4.

Siswa tidak dapat merumuskanwataktokoh dan tidak dapat menunjukkan bukti yang mendukung sama sekali.

0

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut:

Perolehan skor

Nilai akhir  =                                             x 100 = …………..

Skor maksimal

KKM KD    : 75,4

Catatan :……………………………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………………………..

Magetan, 10 Juli 2012

Mengetahui,
Kepala SMP Negeri 2 Panekan,                              Guru Mata pelajaran :

Drs. Arif Basuki, M. MPd.                                         Suratno
NIP 19590310 198303 1 021                                 NIP 19671011 199803 1 007

Dan, hasil kerja selama beberapa minggu jadilah Perangkat Pembelajaran untuk semester 1 kelas VII dan kelas IX, yang terdiri dari :
1.    Kalender Pendidikan;
2.    Rencana Pekan Efektif;
3.    Program tahunan;
4.    Program semester;
5.    Jadwal mengajar guru;
6.    Analisis KKM;
7.    Pemetaan Kompetensi Dasar;
8.    Pemetaan tahap berfikir pada tiap-tiap KD;
9.    Silabus; dan
10.    Program Penilaian Tahunan.
Bagi yang membutuhkan perangkat tersebut sebagai bahan perbandingan, dapat download:
Untuk perangkat pembelajaran kelas IX semester 1:

download di sini,

Untuk perangkat pembelajaran kelas VII semester 1:

download di sini.

Tidak lupa kami sangat mengharapkan adanya masukan demi perbaikan selanjutnya.
Akhirnya semoga bermanfaat.

About these ads

Responses

  1. Maaf klo blh tau latarnya di mna ya.?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: