Sastro Suwiryo

BILIK PRIBADIKU

ANAKKU

Anakku …….

Aku tahu tentu kau bingung

Melihat ulahku yang tak pernah kau bayangkan

Ketidakjujuran, kecurangan, jorok, menjijikkan

Atau……….

Entah apa lagi

Anakku……

Mungkin masih kau ingat

Bagaimana aku selalu mengajarimu berlaku jujur

Mungkin masih terngiang di telinga kemarahanku

“Ayo! Kerjakan sendiri! Jangan menyontek!”

Anakku…..

Mungkin kau akan malu

Melihat tingkah lakuku

Mengendap-endap di antara ruang-ruang kelasmu

Mengintip-ngintip di sela kamar kecil-kamar kecil yang bau

Layaknya seorang pengecut

Atau seorang maling

Berjalan berjingkat, menengok ke kiri dan ke kanan

Hanya untuk memberimu kertas contekan

Yang mungkin tak pernah kau harapkan

Justru di saat kau ujian

Ah………………

Anakku……

Jangan pernah kau tanya mengapa

Aku takkan tahu jawabnya

Jangan pernah bertanya ini salah siapa

Aku takkan tahu jawabnya

Bahkan aku tak tak tahu harus bagaimana

Bertanggung jawab terhadap diriku

Ataukah memang benar kami generasi comberan yang tak berarti

Yang malah menjadi lembaran-lembaran hitam sejarah peradaban

Anakku…..

Kuserahkan semua padamu

Tajamnya mata hatimu akan memberitahumu

2 Nov. 2009

GALAUKU

Lihatlah !

Bumi pun hancur berkeping-keping

Terpanah cahaya bulan yang menyilaukan

Menggeliat, menggelepar, kelimpungan

Lihatlah !

Dia berjalan tertatih

Menata hati

Membenah diri

Walau akhirnya tenggelam

Dalam ketidakberdayaan

Oh…… bulan

Begitu menyilaukan cahayamu

Hingga mata bumi

Tak lagi mampu menatap

Hancur, hingga ke hatinya

Oh……..bulan

Sinar benderangmu membakar hati

Membarakan semangat

Menenggelamkan sukma

Tak pernah padam

Tak adakah senoktah titik hitam

Hingga mata hati bumi bisa berkedip barang sejenak

Meski itu bukan sebuah titik tolak

Untuk berpaling

Lihatlah !

Akhirnya bumi pun tertidur

Berselimut kelam malam

Berbantal kegalauan

Dalam mimpinya……..

Bulan berada dalam peluk eratnya

Takkan dilepaskan !

Takkan dilepaskan !

2 Nov 2009

DERITA MALAMKU

Ini kali

Sungguh aku tak mampu

Menahan rasa hatiku

Merindu

Padamu

Aku tahu kita takkan mungkin bersatu

Untuk memadu angan dan asa

Untuk jalani suka dan duka

Berdua

Kasih……….

Kaulah urat nadiku

Dalam semu dan nyataku

Dalam angan dan pikiranku

Dalam kecerahan pagiku

Dalam panjangnya tidur malamku

Kau ada di meja kotorku

Pada kumalnya kertas-kertas berserakan

Pada perjalanan pagiku yang sering kesiangan

Pada perjalanan pulangku yang penuh kekecewaan

Kasih…………

Kecewamu adalah kesedihanku

Tangismu adalah deritaku

Lemahmu adalah semangatku

Untuk menjagamu

Untuk kokohkan tegarmu

Tatap kehidupan

Hadapi terjalnya kenyataan

Kasih…..

Tak kutemukan celamu

Hingga aku mampu lupakanmu

Untuk sesaat, untuk sekali waktu

Semakin kucari

Semakin tak kumengerti

Membatu hati  ini

Kasih …………..

Mengapa ini musti terjadi

Jika sekian banyak hati tersakiti

Kenapa tak pernah padam

Walau kelam malam

Menggulung cahya bulan

 

 

SURAT TERBUKAKU…

Buat     :     A

 

Entahlah….

Bagaimana harus kutumpahkan rasaku

Yang tak ku ingin seorangpun tahu

Tentang sayangku, tentang rinduku, tentang gemasku

Padamu

 

Ku tahu tak mungkin kuungkapkan

Tak mungkin ku ucapkan

Entah sampai kapan mampu kupendam

Segala rasa yang selalu ada

Membeku dan membatu

Dalam dada

 

Dikaupun tak kuharap

Tuk menengok goresanku

Biarlah akan hilang

Diterbangkan angin, larut dalam hujan, atau menguap tak berbekas

Entah kemana

Entah kemana

Tuhan

Tolonglah hambamu

Bagaimana musti kuhadapi semua

Bagaimana musti kujalani semua

Kumohon petunjuk-Mu

 

Tuhan…..

Kumohon petunjuk-Mu

Kumohon petunjuk-Mu

Kumohon petunjuk-Mu

MAAFKAN AKU TELAH MEMILIHMU

Maafkan aku

Bila ku memilihmu

Bukan karena kau amanah

Bukan karena kau sanggup merubah

Tata kehidupan yang memang telah bubrah

Tapi karena memang tak ada pilihan

Aku tahu kau bukan pilihan terbaik

Tapi….

Aku harus memilih bukan?

Karena tak memilih berarti menyerah pada keadaan

Karena tak memilih berarti dipilihkan

Yang belum tentu lebih jernih dalam pemilahan

Ah………

Andai ada pilihan

Hingga apa yang telah kulakukan

Mampu kupertanggungjawabkan

MAAFKAN BILA KUMENCINTAIMU

Yang ku tak tahu

Mengapa cinta menyeruak kalbu

Padamu……..

Sungguh…….

Nalarku berkata tidak

Tuk hasrat nan menggelora

Yang tak bisa sirna

Dalam dada

Entahlah……..

Bagaimana harus kutata

Jiwa dan rasaku

Semakin kusimpan

Semakin kupendam

Menusuk, menghunjam dada kian dalam

Atau…

Mustikah ku ungkapkan semua

Tentang segala rasa

Yang kian berat menghimpit sukma

2 Tanggapan ke "BILIK PRIBADIKU"

Blog bagus. teruskan perjuangan di pendidikan. Puisi bagus. Siplah.

—–> Wah…… Terima kasih sekali Bapak telah berkenan menengok blog saya. Tapi saya jauh dari produktif. tidak seperti Bapak. Ajari dong Pak, biar lebih produktif seperti Bapak.

om………

suwun yo adobe nya!!!!

tapi corel nya kok gag ad???
tak enteni kbr brikutnya,,,,

bsk preian tak rono insya Allah.

—> Corelnya masih ketlingsut. Tapi sekarang dah ketemu. Ada beberapa seri. Nanti lebaran ae bisa di copi.

Tinggalkan Balasan

MusicPlaylist


Inilah penyemangat hidupku. Kecil, mungil, lucu, dan nakal. Kadang menggemaskan, sering kali menjengkelkan. Anugerah, sekaligus amanah.

free counters

Sarangan, Magetan

 

Januari 2010
S S R K J S M
« Okt    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 4,393 hits

Foto-foto Flickr

92

83

80

76

69

5

36

24

22

More Photos