Oleh: sastrosuwiryo | April 27, 2008

GURU MEMANG BENAR-BENAR GOBLOG

TOPIK : PEMBELAJARAN TIKOM DI SMP

Tulisan ini diilhami tulisan Bapak Muhammad Andri yang termuat dalam situs   : http://www.ilmukomputer.com tentang Teknologi Informasi dalam Proses Pembelajaran dengan topik : Personal Blog. Tulisan ini bukan bentuk pelecehan terhadap profesionalitas “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” melainkan dimaksudkan agar guru mempunyai semangat lebih besar untuk mengembangkan diri serta harapan agar pemerintah memperhatikan para guru dalam menyikapi perkembangan teknologi. Bila Bapak Muhammad Andri memaknai kata Goblog tersebut dengan “guru sudah saatnya memanfaatkan Blog untuk proses pembelajaran (goblog = pergi ke Blog)”, penulis merasa bahwa guru benar-benar goblog (kurang pandai).

Ketika Pemerintah Daerah diperbolehkan mengadakan uji coba kurikulum berbasis kompetensi (KBK), serta merta hampir semua Daerah Tingkat II memberlakukan kurikulum tersebut di setiap sekolah, terlepas sekolah-sekolah di daerah tersebut siap atau tidak. Salah satu yang benar-benar baru dalam kurikulum tersebut adalah masuknya satu pelajaran yang belum ada sebelumnya, yakni Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tikom). Masuknya mata pelajaran baru tersebut disambut antusias oleh berbagai kalangan, karena tampaknya merupakan salah satu pilihan yang baik dalam menjawab tantangan zaman.

Setelah sekian tahun dilaksanakan kurikulum tersebut (KBK), tampaknya beberapa kendala berkaitan dengan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi mulai bermunculan. Kendala-kendala  tersebut barangkali tidak begitu terasa untuk sekolah-sekolah yang sudah mapan, atau sekolah-sekolah yang berada di kota-kota besar. Lain halnya dengan sekolah-sekolah yang berada di daerah, apalagi di daerah pinggiran seperti penulis alami.

Tugas utama seorang guru adalah mengajar. Mengajar berarti mencakup empat hal pokok yang harus dilaksanakan, yaitu : (1) mempersiapkan perangkat dan materi ajar yang akan dilaksanakan, (2) melaksanakan proses pembelajaran yang telah direncanakan, (3) mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, dan (4) melaksanakan tindak lanjut terhadap proses yang telah dilaksanakan, baik berupa program remidial maupun program pengayaan.

Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut, seorang guru haruslah profesional. Profesional berarti : (1) menguasai mata pelajaran yang diajarkan, (2) mampu mempersiapkan perangkat dan materi ajar di bidangnya, (3) mampu dan menguasai berbagai macam strategi pembelajaran, (4) mampu dan menguasai berbagai macam teknik dan alat evaluasi, dan (5) mampu menyusun program-program remidial dan pengayaan.

Tuntutan profesionalisme guru tersebut akan sangat timpang bila dihadapkan kenyataan, bahwa sekolah harus memberikan pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tikom) bagi siswanya. Di sekolah penulis, tak seorang gurupun mampu dan menguasai mata pelajaran tersebut dengan baik. Sehingga terpaksa mata pelajaran tersebut diajarkan oleh guru yang bukan ahlinya. Melihat mata pelajaran tersebut sangat strategis dalam menjawab tantangan zaman, sangatlah tidak bisa diterima bila di hampir sebagian besar sekolah tak ada guru yang menguasai bidang tersebut.

Selain itu, ketersediaan sarana juga menjadi kendala yang tak kalah penting. Setelah sekian tahun dilaksanakan, tak pernah sekolah penulis memperoleh satu perangkat komputerpun. Bagaimana sekolah bisa melaksanakan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tikom) dengan baik bila tak satupun komputer di dapati di sekolah. Nyaris satu tahun penuh, pembelajaran komputer dilaksanakan di angan-angan. Siswa hanya dijejali teori, tanpa sekalipun berpraktik. Tak dapat dibayangkan belajar komputer hanya dengan teori. Beruntung Komite Sekolah berbaik hati mau mengadakan komputer meskipun dalam jumlah sangat terbatas. Keterbatasan itu bila dimaklumi, mengingat sebagian besar wali murid di sekolah penulis berasal dari golongan ekonomi lemah, bahkan sangat lemah. Pada pengadaan pertama, mampu dibeli enam unit komputer. Suatu jumlah yang cukup, apalagi bila dihitung dari jumlah uang yang dikeluarkan untuk pengadaannya. Tapi akan sangat tidak cukup bila dilihat jumlah siswa yang berjumlah 400 orang siswa. Untuk saat ini, di sekolah penulis tersedia dua belas unit komputer yang dipergunakan secara bersama-sama oleh 384 orang siswa. Sampai detik inipun, sebuah laboratorium komputer yang mestinya tersedia untuk pembelajaran Tikom tidak tersedia di sekolah penulis. Kalaupun ada hanyalah laboratorium sangat sederhana hasil usaha mandiri sekolah dan Komite Sekolah.

Tampaknya keprihatinan terus berlanjut. Kali ini berkaitan dengan guru-gurunya. Sebagian besar guru tidak mengetahui teknologi informasi dan komunikasi ini. Bahkan mengetik dengan komputerpun, hanya segelintir guru yang menguasainya. Tentunya guru akan tampak sebagai seorang yang sangat terbelakang bagi anak-anak. Bagaimana tidak, bila anak SMP kelas IX telah diperkenalkan dengan internet, gurunya sendiri tidak mengenal internet sama sekali. Benarlah seperti diungkapkan seorang instruktur dalam sebuah pelatihan yang pernah diikuti penulis, bahwa guru tidaklah lebih dari sekedar ‘fosil berjalan’. Guru adalah ‘manusia’ masa lalu yang menyiapkan generasi untuk hidup di masa depan. Sesuatu yang ironis dan mustahil.

Semestinya pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, segera menyikapi kondisi ini. Kebutuhan sekolah berkaitan dengan pembelajaran Tikom, selayaknya mendapat perhatian. Para gurupun seharusnya mendapat pelatihan yang memadai, sehingga setidak-tidaknya mereka mengenal teknologi komunikasi utamanya komputer, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi tersebut. Dan yang lebih penting lagi, guru tidak terlalu ‘ndeso’, di mata anak-anak, sampai-sampai komputerpun tidak mengenal sama sekali.

 

 

 

 


Responses

  1. emang gak da kata lain selain goblog yaaa????

    ——–> Yah……..memang begitulah adanya! Memangnya tidak pantas, ya!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: