Oleh: sastrosuwiryo | Juni 20, 2008

KELULUSAN SISWA SMP KABUPATEN MAGETAN

Menghadapi pengumuman kelulusan SMP, yang direncanakan tanggal 21 Juni 2008, sekolah telah mengadakan verifikasi nilai, terutama nilai mata pelajaran-mata pelajaran yang tidak di-UN-kan. Hal itu dilakukan, karena secara teoritis nilai mata pelajaran yang tidak di-UN-kan juga ikut menentukan kelulusan siswa. Namun demikian, tidak banyak sekolah yang “berani” menyatakan siswanya tidak lulus Ujian Akhir Sekolah bila Ujian Nasionalnya dinyatakan lulus. Jadi satu-satunya penentu kelulusan siswa hanyalah Ujian Nasional. Akhirnya muncullah pandangan bahwa mata pelajaran yang tidak di-UN-kan hanyalah mata pelajaran pelengkap, tidak begitu penting. Pandangan demikian tidak hanya tertanam dalam benak siswa, bahkan tertanam juga dalam benak guru.

Karena pandangan itu pulalah muncul kebijakan dari Dinas Pendidikan Kabupaten untuk menentukan nilai minimal mata pelajaran, selain mata pelajaran yang di-UN-kan. Tujuan kebijakan ini barangkali untuk meningkatkan nilai rata-rata siswa. Bahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan berani menentukan nilai minimal 7.60 untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan/Pkn, Pendidikan Agama Islam/PAI, Pendidikan Jasmani/Penjas, dan Pendidikan Keterampilan dan Kerajinan/KTK.

Seperti telah diketahui, bahwa untuk menentukan Standar Ketuntasan Minimal (SKM) setiap mata pelajaran, diukur berdasarkan empat prasyarat, yakni : (1) intake siswa, (2) kompleksitas materi ajar, (3) ketersediaan sarana dan prasarana, dan (4) esensialitas materi ajar. Penentuan SKM dengan cara ini menimbulkan konskwensi bahwa pada setiap sekolah, SKM yang diacu tidak sama. Sekolah yang tidak memiliki lapangan basket misalnya, tidak mungkin membuat SKM yang tinggi untuk mata pelajaran Penjas kelas IX bila pada semester tersebut terdapat materi Bola Basket. Dengan penentuan nilai minimal seperti itu, SKM yang telah ditentukan guru di awal tahun pelajaran, tampaknya harus segera dicampakkan, karena mungkin sekali SKM yang dibuat tidak mencapai angka itu. Secara logika, bersiap-siap saja siswanya tidak lulus, karena untuk mencapai nilai itu tampaknya tidak mudah, terutama untuk mata pelajaran PKn dan PAI. (Bandingkan dengan nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia yang tidak mencapai angka 6 pada Ujian Nasional)

Namun, hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada sekolah yang berani menyatakan siswanya tidak lulus, bila mata pelajaran yang di-UN-kan lulus. Dengan demikian dapat pula dipastikan bahwa siswa SMP se-Kabupaten Magetan yang lulus nanti nilai untuk empat mata pelajaran itu pasti sekurang-kurangnya 7,60. Luar biasa. Ternyata siswa kita memang bagus-bagus nilainya meskipun mungkin tidak pandai. Jadi, jangan dulu kita berbicara meningkatkan mutu pendidikan, tapi belajarlah dulu mengelola pendidikan dengan benar dan bertanggung jawab.


Responses

  1. Pengumuman kelulusan smp 3 magetan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: