Oleh: sastrosuwiryo | Juli 30, 2008

MAKNA KATA PRAKIRAAN`

 

Sampai tahun 90-an, kita sering mendengar kata “prakiraan” karena kata itu selalu dipakai dalam frasa “prakiraan cuaca” yang disiarkan setelah Dunia Dalam Berita di TVRI. Apalagi saat itu TVRI adalah satu-satunya saluran televisi yang ada, sehingga mau tidak mau stasiun televisi itulah yang dinikmati penonton televisi di seluruh tanah air.

Kata prakiraan berpangkal pada kata prakira. Prakira berpangkal pada kata bentuk pra- dan kira. Dalam Bahasa Indonesia, bentuk pra- mempunyai makna yang beragam, tetapi masih bertalian. Hal itu bergantung pada kata yang mengikuti bentuk pra- tersebut.

  1. pra- bermakna (di) muka; misalnya, parakata;
  2. pra- dipakai dengan makna ‘sebelum’ atau ‘mendahului’; misalnya prasejarah, pra-Perang Dunia I;
  3. pra- dapat juga bemakna ‘persiapan’ misalnya prasekolah, praseminar, prapromosi;
  4. pra- bermakna ‘terjadi’ atau ‘dilakukan sebelum peristiwa’ atau ‘perbuatan lain terjadi’; misalnya, prasangka (prejudice), pracampur (premix), prarekam (prerecord).

Kata kira dapat bermakna ‘menaksir’ atau ‘berhitung ‘. Misalnya, Hendaklah kaukira dulu, berapa rupiah yang akan kau belanjakan itu. Kata prakira mengandung unsur makna ‘hitung’ dan ‘sebelum’. Jadi, kata prakira berbeda makna dengan kira-kira yang juga berasal dari kata kira.

Dari kata parakira dapat dibentuk kata meprakirakan yang bermakna ‘menghitung sebelumnya’ dan ahasilnya disebut prakiraan yang bermakna ‘perhitungan sebelumnya’. Prakiraan adalah hasil memprakirakan sedaangkan prosesnya disebut memprakirakan. Bandinagkan dengan menulis, penulisan, dan tulisan.

Prakiraan cuaca digunakan dalam bidang meteorologi dan geofisika sebagai padanan weather forecast. Keadaan cuaca yang akan terjadi dapat diharapkan terjadi sesuai dengan perhitungan sebelumnya. Itu pula agaknya mengapa weather forecast tidak dijadikan porkas cuaca. Di samping itu, padanan prakira untuk forecast memungkinkan kiata terhindar dari keharusan menggunakan istilah peramal atau juru ramal, atau ahli ramal untuk forecasters karena dengan mudah dapat membentuk juru prakira atau ahli prakira.

 
 

Sumber : Buku Praktis Bahasa Indonesia 1; Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta 2003


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: